Senin, Februari 07, 2011

Melayani Orang Kerasukan Setan

Di zaman modern ini, orang beranggapan bahwa iblis dan setan itu tidak ada. Kebanyakan orang menganggap bahwa mereka itu hanya ada pada dongeng atau di film-film saja. Namun apabila kita mencermati lebih jauh, sebenarnya mereka itu ada, bahkan mereka bisa bekerja dengan leluasa apabila semakin banyak orang yang tidak mengetahui keberadaannya di dalam dunia ini secara nyata. Setan pada modern ini tidak muncul dengan wajah yang menyeramkan, melainkan dengan wajah baru. Memang, pada dasarnya wajah setan dan iblis itu seram, akan tetapi sebagai salah satu cara mereka untuk merekrut sebanyak mungkin manusia untuk menjadi pengikutnya, maka mereka tampil dengan wajah baru. Sehingga banyak orang yang terkecoh, dan tanpa disadari sebenarnya mereka sedang memuja kepada iblis.
Banyak orang percaya berpikir bahwa tidak perlu belajar tentang keberadaan iblis, lebih baik mengenal Allah saja. Itu memang baik, akan tetapi setelah orang itu menjadi percaya, maka mau tidak mau, suka atau tidak suka akan diperhadapkan dengan peperangan rohani. Orang yang sudah berkomitmen untuk mengikuti Allah, berarti secara tidak lansung menjadi musuhnya iblis. Iblis akan berusaha sekuat tenaga untuk membawa orang tersebut kembali menjadi budaknya. Bila terpaksa dengan ancaman dan teror.
Alkitab mengisahkan secara lengkap mengenai asal usul iblis dan setan. Mereka adalah malaikat yang jatuh dan dibuang ke bumi. Allah memang tidak menciptakan iblis dan setan. Allah hanya menciptakan malaikat. Keberadaan iblis dan setan merupakan tindakannya sendiri yang tidak taat kepada Allah. Mereka berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengalahkan Allah dan para pengikut-Nya. Namun, bagaimanapun dan sampai kapan pun iblis dan para pengikutnya tidak akan pernah dapat mengalahkan Allah. Sebab Allah adalah pencipta, sedangkan iblis hanyalah makhluk ciptaan.

Menurut pandangan Alkitab
Menurut kepercayaan Yunani Kuno, iblis dikaitkan dengan roh jahat, yang merupakan makhluk dengan kekuasaan di atas manusia dan dipercayai sebagai perantara dewa dan manusia, berdiam di antara langit dan bumi. Bagi masyarakat Indonesia mempercayai bahwa iblis dan setan merupakan roh-roh orang yang tidak dikehendaki Tuhan. Pandangan lainnya mengatakan bahwa iblis dan setan itu merupakan sesuatu yang tidak rasional dan hanyalah rekayasa manusia belaka. Namun menurut Alkitab, siapakah iblis dan setan itu?
Alkitab menuliskan mengenai siapa sebenarnya mereka itu, sebagai berikut:
- Iblis dalam bahasa Yunani memakai kata diabolos, artinya penuduh, pemfitnah dan pengumpat. Dalam bahasa Ibrani, setan dipakai kata shatan yang berarti musuh.
- Iblis adalah pembunuh manusia sejak semula, tidak hidup dalam kebenaran, dan bapa segala dusta (Yohanes 8:44).
- Iblis dan setann itu makhluk ciptaan, bukan pencipta. Mereka adalah ciptaan Allah yang memberontak kepada Allah, sehingga Allah membuangnya kee dunia (Yesaya 14:12-14; Yehezkiel 28:11-19).
- Iblis dan setan adalah makhluk roh yang memiliki keterbatasan.
- Iblis dan setan pada akhir kesudahan zaman (kiamat) akan dibuang ke dalam lautan api yang menyala-nyala (neraka).

Tanda orang yang kerasukan
Seorang yang kerasukan setan memiliki tanda-tanda yang menyertainya, entah di awal atau pada saat sedang trans atau kerasukan. Untuk mengenali orang yang kerasukan setan, ada beberapa tanda sebagai berikut:
1. Secara fisik: Pandangan yang kosong, keadaan kesurupan, kekuatan yang luar biasa, gangguan-gangguan dari usus atau pencernaan makanan, reaksi-reaksi yang aneh, nafsu seks yang tinggi, sesak nafas, suara-suara dari mulut, pertahanan yang aktif atau pasif, tindakan-tindakan yang keras dan nafsu liar, bau busuk, dll.
2. Secara emosional: Depresi atau tertekan, merasa bersalah, sifat yang liar, dll.
3. Gangguan mental dan kebingungan.
4. Spiritual: Melawan firman Allah, melihat roh-roh jahat itu.

Pelayanan mengusir setan
Sesuatu yang penting tentunya tidak hanya dibicarakan satu kali. Sama halnya dengan mengusir setan. Berulangkali Markus penulis Injil Markus menuliskan atau menceritakan mengenai pelayanan Yesus terhadap orang yang kerasukan setan. Berarti pelayanan mengusir setan itu bukanlah hal yang dianggap sepele. Hal ini terlihat dari beberapa ayat berikut:
- Markus 1:23-27 menceritakan mengenai seorang yang kerasukan di rumah ibadat.
- Markus 1:32-33 menceritakan mengenai orang yang menderita sakit dan kerasukan.
- Markus 5:1-20 mengisahkan mengenai pelayanan Yesus mengusir setan di Gadara dari seorang yang kerasukan lebih dari 2000 setan.
- Markus 7:25 menceritakan mengenai seorang anak perempuan yang dirasuk roh jahat.
- Markus 9:14-29 menceritakan Yesus mengusir roh jahat dari seorang yang menjadikannya bisu.
- Markus 16:9 menceritakan Maria Magdalena yang pernah dilepaskan dari ikatan 7 setan yang merasuknya.

Seseorang bisa dirasuk sampai ribuan setan yang berdiam di dalam diri orang tersebut. Alasan mengapa seseorang bisa dirasuk setan ada dua hal, yakni karena dia belum menyerahkan hidupnya kepada Yesus atau karena orang itu sendiri yang mengundang setan masuk dan mendiami dirinya.
Dalam melayani orang yang kerasukan setan, Yesus sendiri menggunakan berbagai cara. Sewaktu Dia melayani orang yang kerasukan setan dalam rumah ibadat, Dia menghardik roh jahat itu dan menyuruhnya meninggalkan orang yang dirasuk tersebut (Markus 1:25). Sewaktu melayani orang yang kerasukan, Yesus melarang setan-setan itu untuk berbicara (Markus 1:33). Sewaktu Yesus mengusir setan dari orang yang kerasukan setan di Gadara, Dia bertanya mengenai nama roh jahat itu sebelum kemudian mengusirnya (Markus 5:8-9). Yesus tanpa melakukan apa-apa sewaktu melayani anak dari seorang perempuan Siro Fenisia yang dirasuk roh jahat, roh jahat itu pergi karena iman dari ibu anak yang dirasuk tersebut (Markus 7:29). Yesus mengatakan bahwa ada setan tertentu yang hanya dapat diusir dengan doa (Markus 9:29).

Kuasa orang percaya atas setan
Yesus berulangkali mengingatkan bahwa sebagai orang percaya, dia diberi kuasa untuk mengusir setan. Markus 3:14-15 mencatat ”Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.” Markus 6:7 juga mencatat ”Yesus memberikan kuasa kepada murid-murid-Nya atas roh-roh jahat.”
Lebih jauh dijelaskan bahwa orang percaya itu diperlengkapi dengan kuasa yang menyertainya dalam pelayanan. Markus 16:17-18 dituliskan mengenai tanda-tanda tersebut:
- Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku
- Mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru baginya
- Mereka akan memegang ular
- Sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka
- Mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh

Satu hal yang pasti adalah bahwa setiap orang percaya sudah diberi kuasa untuk mengusir setan. Entahkah setan itu berusaha untuk merasuk dirinya atau untuk mengusir setan yang merasuk orang lain. Jadi, pelayanan mengusir setan tidak hanya ditujukan bagi pendeta atau hamba Tuhan saja. Semua orang percaya diberikan otoritas untuk melakukan sseperti yang sudah dikerjakan Yesus dalam pelayanan mengusir setan.
Ada satu hal yang harus diingat bagi mereka yang terjun ke dalam pelayanan pengusiran setan, yakni dia harus diperlengkapi dahulu dengan persenjataan. Orang tersebut harus melengkapi dirinya dengan selengkap senjata Allah. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus mengingatkan agar senantiasa mengenakan perlengkapan senjata Allah. Efesus 6:14-18 merincinya sebagai berikut:
- Berdiri tegap
- Berikatpinggangkan kebenaran
- Berbajuzirahkan keadilan
- Berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil
- Memakai perisai iman untuk memadamkan semua panah api si jahat
- Mengenenakan ketopong keselamatan
- Memakai pedang roh, yaitu firman Allah
- Berjaga-jaga dalam doa senantiasa

Mengenakan senjata Allah tidaklah cukup apabila tidak disertai dengan kewaspadaan. Sebab iblis adalah makhluk yang licik, dia berjalan-jalan seperti singa yang mencari mangsanya (I Petrus 5:8). Lawanlah dia dengan iman yang teguh (I Petrus 5:9). Bila kita melawannya, maka dia tidak akan berani macam-macam terhadap kita.

Tidak ada komentar: